Sudah setengah tahun sejak saya meninggalkan kampung halaman dan pindah ke kota ini bersama istri saya Miho. Hari-hari sibukku terus berlanjut, dan aku menunda keinginan Miho untuk mempunyai anak. Miho juga dipercaya menjadi pengurus lingkungan sekitar, sehingga seolah ingin menebus dosanya, ia membantu menyiapkan bahan-bahan, dan di sana ia menemukan sebuah formulir yang bertuliskan pemberitahuan perkemahan di atasnya. Miho bilang dia tidak bisa menolak untuk berpartisipasi karena dia seorang eksekutif, jadi dia memutuskan untuk berkonsentrasi pada pekerjaannya dan menyerahkannya padanya. Dia tidak tahu bahwa di kamp, Miho akan dilewati oleh para lelaki tua yang dipenuhi hasrat seksual.